Video #1: Kejatuhan Malaikat Terang
Salam damai dan sejahtera...
Saya akan mengutip cuplikan surat dari Rasul Paulus...
Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.... Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. (Ef.6:11-13)
Dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, Rasul Paulus mengingatkan tentang peperangan rohani yang dihadapi umat Tuhan... Dan peperangan rohani yang sama masih kita alami hingga hari ini, bahkan dengan intensitas yang semakin meningkat. Itu karena peperangan ini sudah memasuki fase akhir yang sangat menentukan dimana Iblis tahu dia hanya punya sedikit waktu yang tersisa (Why.12:12).
Dari Kitab Wahyu kita juga tahu bahwa pada akhirnya Iblis dan pengikutnya akan mengalami kekalahan dan dihukum selama-lamanya (Why. 20:10)
Tapi kemenangan ini tidak akan diraih dengan mudah...Apalagi melihat situasi yang terjadi sekarang ini....
Iblis akan berjuang dengan seluruh kemampuan terbaiknya. Meski Kitab Suci jelas mengatakan iblis pada akhirnya akan kalah, dalam kesombongannya dia justru yakin bahwa dengan segala kecemerlangan dan kekuatan yang dimilikinya, serta apa yang telah berhasil dilakukannya sejauh ini, dia akan dapat meraih kemenangan!
Bagaimana tidak.. dengan pengikut islam yang berjumlah 1,5 milyar jiwa dan terus bertambah, kekuatan finansial luar biasa negara-negara islam yang diperoleh dari minyak bumi, kekuatan militer mereka yang terus meningkat dan mampu menjadi ancaman bagi dunia, dan dukungan dari media global yang berupaya membungkam semua suara-suara anti-islam dengan alasan rasialisme palsu... telah membuat kemenangan dominasi islam tampak begitu nyata dalam jangkauan.
Selain itu, meskipun dengan jumlah umatnya yang banyak telah menjadikan islam sebagai pengikut iblis yang paling nyata, islam bukanlah satu-satunya alat iblis dalam peperangan rohani ini. Masih ada kaum ateis, freemason, penganut ajaran new-age, kaum sekular, modernis, dan globalis, yang dengan caranya masing-masing terus mendukung upaya iblis untuk menyingkirkan kekristenan dari muka bumi....
Melihat fakta-fakta yang berpihak pada kekuatan Antikristus, kemenangan mereka tampaknya menjadi kepastian yang tinggal menunggu waktu...
Ini menjadikan peperangan rohani yang kita hadapi sebagai pengikut Kristus menjadi sangat berat dan kompleks... Tapi dalam iman kita percaya bahwa pada akhirnya kemenangan ada di pihak kita. Kita bisa membalikkan keadaan, meski itu semua harus diraih dengan perjuangan dan pengorbanan....
Untuk itu kita harus memahami apa sesungguhnya peperangan rohani ini, apa yang dikehendaki Tuhan dan apa yang dikehendaki musuh-Nya dalam peperangan rohani ini. Dengan demikian kita dapat menempatkan posisi kita dengan tepat sebagai pengikut Kristus dan tidak terjebak oleh tipu daya iblis...
Ingat, 1,5 milyar muslim yang terjebak menjadi pengikut dan penyembah iblis sudah menjadi bukti bagaimana dahsyatnya tipu daya iblis.... Belum lagi mereka-mereka yang menentang Kristus dalam berbagai kelompok lainnya seperti kaum atheist, freemason, kaum globalis sekuler dan lain-lain... Mereka bukan orang-orang bodoh, tapi kenyataannya mereka terjebak dalam tipu daya iblis... Ini seharusnya menyadarkan kita bahwa musuh yang kita hadapi, yaitu iblis, punya kemampuan yang sangat dahsyat...
Kita akan mulai dengan mengenal iblis....
Sesungguhnya Tuhan tidak pernah menciptakan mahluk maha jahat dan licik yang kita kenal sebagai iblis. Pada mulanya iblis adalah malaikat terang dengan kecemerlangan intelektual dan keelokan roh yang sempurna.
Pada waktu Tuhan bersabda, "jadilah terang..." (Kej.1:3), itulah saat dimana semua malaikat diciptakan... Dan saat Tuhan memisahkan terang dari gelap (Kej.1:4), itulah saat Iblis menentang Tuhan dan diusir dari surga..
Bahkan Lucifer, pemimpin para iblis, mulanya termasuk dalam golongan serafim, yaitu malaikat yang paling dekat kedudukannya dengan Tuhan. Mereka, para serafim, selalu berada di sekeliling singgasana Tuhan....
Lucifer berasal dari kata "Lux Fere" yang artinya pembawa cahaya. Dia dikenal juga sebagai "Bintang Timur", bintang yang paling cemerlang dari semua bintang...
Jika Tuhan menciptakan manusia sebagai citra Allah dalam dimensi material, malaikat diciptakan lebih dahulu sebagai citra Allah dalam dimensi spiritual. Jika manusia memiliki badan dan roh, malaikat murni hanya memiliki roh. Oleh karenanya malaikat tidak dipengaruhi oleh kelemahan tubuh yang dapat menghalangi atau membatasi kecemerlangannya.
Tapi kecantikan dan kecemerlangan yang dikaruniakan oleh Tuhan telah membuat Lucifer lupa diri. Dalam kesombongannya dia mengira dirinya dapat setara dengan Tuhan dan sanggup memiliki singgasana di surga seperti Tuhan.
Maka ketika Tuhan mengungkapkan rencana-Nya untuk menciptakan manusia yang kelak akan dapat menjadi hakim bagi para malaikat (1Kor.6:3), Luciferpun menentangnya. Dia tidak mau menerima kenyataan bahwa manusia yang berasal dari debu dapat menjadi hakim atas dirinya yang jauh lebih superior, begitu cemerlang dan seolah setara dengan Tuhan.
Lebih terguncang lagi dia harus menerima kenyataan bahwa Tuhan akan berinkarnasi menjadi manusia. Dengan demikian sebagai konsekuensinya ia sebagai malaikat paling cemerlang nanti harus bersujud kepada Tuhan dalam rupa manusia! Baginya ini sebuah penghinaan besar untuk ras malaikat...
Lucifer dalam kesombongannya memilih menentang Tuhan dari pada harus menyembah dan melayani Tuhan dalam rupa manusia. Ia berseru, "Non serviam", artinya "aku menolak melayani"... Sebagai malaikat yang memiliki kesadaran dan pengetahuan sempurna, kata-kata ini tidak dapat ditarik kembali dan Lucifer tidak pernah menyesalinya... Ia sudah memutuskan untuk selamanya melawan Tuhan dan mulai menghasut banyak malaikat-malaikat lain untuk menjadi pengikutnya.
Sepertiga dari seluruh malaikat surga (Why.12:4) sudah menjadi pengikutnya. Sampai akhirnya seorang malaikat yang rendah hati, dalam ketaatannya pada Tuhan berdiri menentang Lucifer dengan berkata, "Siapa seperti Tuhan!". Dialah Mikael, seorang malaikat yang peringkat dan kecemerlangannya jauh di bawah Lucifer, namun karena kerendahan hati dan ketaatannya pada Tuhan dia diangkat menjadi panglima seluruh balatentara surgawi. Peperangan di surgapun terjadi antara Lucifer dan pengikutnya melawan Mikael dan malaikat-malaikat lain yang setia pada Tuhan.... Akhirnya Lucifer dan pengikutnya berhasil diusir dari surga selama-lamanya.
Sekarang kita tahu mengapa iblis begitu membenci semua orang yang percaya Yesus adalah Tuhan. Penolakannya atas rencana Tuhan untuk berinkarnasi menjadi manusia telah membuatnya terbuang dari surga. Maka manusia yang percaya Yesus adalah Tuhan, bakal menggantikan kedudukannya di surga. Manusia yang kodratnya lebih rendah dari malaikat akan menduduki tempat penuh kemuliaan di surga, yang dulu pernah menjadi miliknya. Sementara itu dia sendiri harus terbuang menempati neraka. Fakta ini sangat menyakitkan bagi iblis yang jiwanya dipenuhi oleh kesombongan mutlak!
Nabi Yesaya mencatat kejatuhan Lucifer sebagai berikut:
"Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi! Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur..." (Yes.14:12-15)
Lucifer ini, dalam dendamnya akibat terusir dari surga, bertekad untuk membalas kekalahannya dengan menghancurkan seluruh rencana Tuhan di dunia. Jika dia harus terusir dari surga, maka manusiapun tidak boleh menikmati surga, baik di dunia maupun di akherat...
Maka Lucifer bertekad untuk mengubah surga di bumi yang dirancang Tuhan menjadi neraka dunia. Dia ingin menjerumuskan manusia yang seharusnya menjadi hakim bagi para malaikat berubah menjadi hamba-hambanya. Dalam semangat dendamnya dia bertekad bukan dirinya yang akan bersujud menyembah Tuhan dalam rupa manusia, tapi manusialah yang akan bersujud menyembahnya.
Dia juga berusaha agar tidak ada manusia yang bakal menggantikan kedudukannya di surga dengan mengajarkan pada manusia apa yang telah membuatnya terusir dari surga, yaitu menolak Yesus Kristus sebagai Tuhan. Sekarang setidaknya 1.5 milyar muslim telah berhasil disesatkannya. Dalam kesalehan lahiriahnya yang dapat menarik banyak orang, muslim dengan taat bersujud menghadap berhala iblis lima kali sehari, dengan penuh ikhlas menjadi hamba iblis, dan yang terpenting...muslim menolak Yesus sebagai Tuhan...! Muslim yang taat pada ajaran islam tanpa mereka sadari memang telah menjadi pengikut iblis yang ideal....!
Seperti itulah iblis yang menjadi musuh kita sesungguhnya dalam peperangan rohani ini. Meski telah terusir dari surga dan kehilangan rahmat Tuhan, kecemerlangannya sebagai malaikat tetap melekat.
Berbeda dengan manusia, malaikat memiliki intelegensia yang sempurna. Jika manusia harus belajar bertahun-tahun dengan melalui berbagai proses percobaan dan kesalahan-kesalahan sebelum dapat mengetahui sebuah hukum alam, malaikat mengetahui fakta yang sama secara sempurna dalam waktu sekejap... tanpa proses belajar dan tanpa percobaan-percobaan.
Malaikat juga punya kemampuan supranatural. Dalam batas-batas yang diijinkan Tuhan, kekuatan ini dapat digunakan iblis untuk menghasilkan berbagai keajaiban dan mujizat-mujizat palsu...
Karenanya kita tidak pernah boleh menganggap remeh kekuatan iblis... terutama karena iblis mampu tampil sebagai malaikat terang dan menipu orang-orang pilihan Tuhan yang lengah, terutama mereka yang kehilangan kerendahan hati....
Tapi seperti juga Mikael, malaikat yang jauh lebih rendah dari Lucifer, dengan kerendahan hati, ketaatan dan kesetiaannya pada Tuhan mampu mengalahkan Lucifer... demikian juga kita yang diciptakan dalam kodrat manusiawi dengan segala keterbatasan dan kelemahan, kitapun dapat mengalahkan iblis dengan cara yang sama: yaitu dengan kerendahan hati, dan selalu taat serta setia pada Tuhan!
Terima kasih atas perhatian anda...
Semoga menjadi berkat dan terpujilah Tuhan kita selama-lamanya...
------------------------
Bantu kami mengembangkan program ini melalui donasi sukarela anda:
KLIK UNTUK DONASI

0 komentar: