Video #4: Tradisi Pertapa Kristen Dan Doa Yesus
Catatan:
Untuk mempraktekkan Doa Yesus dibutuhkan komboskini atau rosario. Jika anda belum memilikinya, bisa klik link di bawah ini untuk mengetahui bagaimana cara mendapatkan komboskini:
Transkrip:
Salam Damai dan Sejahtera...
Sebelum Kaisar Konstatin menetapkan Kristen sebagai agama resmi Kekaisaran Romawi, kehidupan orang-orang Kristen berada dalam kondisi yang teraniaya.. Banyaknya orang-orang romawi yang beralih menjadi Kristen telah mengurangi pendapatan Kekaisaran dari kuil dewa-dewa romawi. Dan ini jadi salah satu alasan kuat para penguasa Romawi untuk menganiaya orang-orang Kristen.
Tapi di balik penganiayaan yang terjadi ada suatu berkat tersembunyi bagi orang-orang Kristen: penganiayaan itu menjadikan iman orang-orang Kristen bertumbuh sangat kokoh sehingga banyak yang memilih menjadi martir ketimbang harus menyangkal Kristus.
Tidak seperti orang-orang Kristen jaman sekarang yang dengan mudah memperoleh pengetahuan iman melalui Kitab Suci yang tersedia di mana-mana, orang-orang Kristen di abad-abad awal sangat sulit memperoleh akses untuk mendengarkan Sabda Tuhan. Selain Kitab Suci sangat langka, juga banyak dari mereka yang buta huruf. Selain itu perayaan-perayaan liturgi juga sangat jarang dan banyak yang dirayakan secara sembunyi-sembunyi...
Lalu bagaimanakah mereka bisa memiliki iman yang sekokoh batu karang dalam keterbatasan seperti itu?
Jawabannya: mereka memiliki hidup doa yang sangat kuat. Itu kuncinya...
Tidak perlu heran jika pada masa itu banyak sekali orang Kristen yang menjalani kehidupan asketik atau mati raga untuk membangun hidup doa mereka...
Salah satunya adalah St. Antonius dari Mesir...
Suatu saat ia mendengarkan Sabda Tuhan: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." (Mat.19:21)
Hatinya begitu tersentuh oleh Sabda itu, St. Antonius lalu menjual semua hartanya yang banyak yang didapatnya dari warisan orang tuanya. Ia memilih hidup menyendiri di padang gurun untuk berdoa.
St. Antonius mengisi hari-hari di padang gurun dengan mengucapkan doa sederhana, "Kyrie eleison..." atau "Tuhan kasihanilah..." secara berulang-ulang sepanjang hari...
Doa sederhana itu akhirnya membuat St. Antonius mencapai tingkat kesucian yang sangat tinggi dan membuatnya sangat ditakuti iblis-iblis yang tidak sanggup mengalahkannya. Cara hidup St. Antonius menarik banyak orang Kristen yang datang ke pertapaannya untuk mohon bimbingan...
Pada masa itu sudah banyak orang yang hidup menyendiri untuk berdoa, tapi tidak pergi hingga ke padang gurun yang jauh dari kehidupan manusia. Cara hidup St. Antonius menarik minat banyak orang yang lalu tinggal di sekitar pertapaannya sehingga akhirnya membentuk komunitas pertapa padang gurun. St. Antonius dikenal sebagai Bapa Kehidupan Monastik Gereja.
Kehidupan monastik yang berkembang pada masa itu akibat terinspirasi cara hidup St. Antonius dan para pengikutnya, memunculkan praktek hesychasm, yaitu suatu upaya atau metoda untuk mencapai keheningan dengan maksud agar seseorang dapat berdoa dengan baik. Mulanya hesychasm berkembang di kalangan para pertapa, tapi kemudian mulai dikenal dan dipraktekkan juga oleh orang-orang Kristen awam yang tertarik untuk mendalami hidup doa. Dari tradisi hesychasm inilah kemudian berkembang doa hening yang sekarang kita kenal dengan nama Doa Yesus.
Rumusan Doa Yesus sendiri sebenarnya berkembang dari waktu ke waktu. Rumusan paling populer yang sampai sekarang digunakan adalah ini:
"Tuhan Yesus Kristus Putra Allah...
kasihanilah aku orang berdosa..."
Cara mempraktekkannya sangat sederhana:
Pada saat menarik nafas dengan perlahan, ucapan dalam hati penggalan bagian pertama Doa Yesus:
"Tuhan Yesus Kristus Putra Allah...."
Pada saat mengeluarkan nafas secara perlahan, ucapkan dalam hati penggalan bagian yang kedua:
"kasihanilah aku orang berdosa..."
Doa sederhana ini diucapkan berulang-ulang dengan bantuan komboskini atau tali-doa untuk menghitung banyaknya doa. Mengapa perlu menghitung jumlah pengulangan doa? Jumlah ini dimaksudkan untuk membangun disiplin hidup doa... Di biara-biara pertapaan biasanya Doa Yesus ini diucapkan hingga ribuan kali setiap harinya.
Rumusan yang digunakan dalam Doa Yesus terinspirasi oleh ayat Injil tentang doa pemungut cukai, "Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa..." (Luk.18:13) dan juga doa orang buta, "Anak Daud, kasihanilah aku..." (Luk.18:39).
Tentu anda masih ingat di video sebelumnya saya mengatakan bahwa kerendahan hati adalah dasar dari spiritualitas dalam Akademi Laskar Kristus... Karena kerendahan hati adalah kunci kemenangan Mikael atas Lucifer.., maka kunci kemenangan kita sebagai Laskar Kristus juga harus dilandasi dengan semangat kerendahan hati ini. Dan itu hanya dapat dicapai melalui hidup doa.
Tak ada orang yang dapat sungguh-sungguh menjadi rendah hati tanpa berdoa... karena tidak berdoa itu sendiri adalah tanda tidak adanya kerendahan hati. Orang yang tidak berdoa secara tidak langsung menunjukkan bahwa dirinya merasa mampu menjalani hidup tanpa penyertaan Tuhan.... Ini jelas sebuah kesombongan yang harus kita kikis habis...
Maka sebagai Laskar Kristus, anda harus menjadikan kegiatan berdoa sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Hidup doa ini akan membangun kerendahan hati yang kita butuhkan untuk mengalahkan musuh-musuh kita...
Sebagai seorang Kristen, berapa lama waktu yang anda sisihkan untuk berdoa setiap hari? Kenyataannya tidak banyak orang Kristen sekarang ini yang secara konsisten dan sadar menyisihkan waktu 5 menit sehari untuk berdoa... padahal mereka memiliki waktu 24 jam sehari... Orang Krsten punya banyak waktu untuk melakukan hal-hal lain kecuali berdoa!
Mentalitas seperti ini harus diubah!
Untuk menjadi seorang prajurit Laskar Kristus, anda harus menyisihkan waktu, bukan 5 menit, tapi minimal 1 jam sehari untuk berdoa... Bukankah Tuhan kita yang meminta para rasul di Taman Getsemani untuk berjaga-jaga bersama-Nya dalam doa selama 1 jam saja? Berdasarkan ayat ini kita menjadikan 1 jam sebagai batas minimal. Ya betul,. saya tidak salah omong... itu batas minimal!
Terlihat berat, tapi tidak jika anda mulai membiasakannya mulai sekarang... Kurang dari itu, anda belum dapat menyebut diri anda sebagai bagian dari Laskar Kristus, anda hanyalah seorang Kristen yang berharap untuk menjadi prajurit Laskar Kristus.
Seorang prajurit Laskar Kistus adalah seorang prajurit rohani. Dan seorang prajurit rohani berkewajiban mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi peperangan rohani dengan berdoa minimal 1 jam sehari. Alasannya jelas, peperangan rohani ini sangat berat!Prajurit rohani yang tidak mempersiapkan dirinya dengan baik hanya akan menjadi korban konyol dalam peperangan, atau menjadi beban bagi pasukannya... Lebih baik bagi orang seperti itu untuk tidak pergi ke medan pertempuran dan tetap tinggal di rumah.
Lihatlah bagaimana St Antonius mencapai kesuciannya dan ditakuti para iblis. Dia tidak hanya berdoa satu jam sehari, tapi sepanjang hari... Keteguhan St. Antonius dalam berdoa bisa menjadi teladan bagi setiap prajurit Laskar Kristus...
Lalu bagaimana kita bisa mencapai tahapan hidup doa yang seperti itu? Ada pepatah bijak yang mengatakan bahwa jarak 1000 mil hanya bisa dicapai dengan mulai melangkah. Kita bisa mencapai tahap hidup doa seperti itu dengan mulai melatihnya dari sekarang... sedikit demi sedikit dengan konsisten... Dalam video ini kita akan mulai dengan mempraktekkan Doa Yesus 15 menit sehari....
Doa Yesus adalah doa yang menjadi dasar bagi Doa Mazmur Yesus karena doa ini membangun kerendahan hati dengan mengajak kita menghadap Tuhan sebagai orang berdosa, sama seperti doa pemungut cukai. Mulailah dengan menyadari siapa kita dihadapan Tuhan... kita adalah pendosa, anak yang hilang dan sekarang ingin kembali kapada bapanya dengan rasa penyesalan... Kita adaah pendosa yang datang dengan merendahkan diri di hadapan Yesus Kristus, Tuhan dan penyelamat kita.. untuk memohon belaskasihan-Nya...
Sikap itulah yang kita bangun secara konsisten dalam mempraktekkan Doa Yesus ini...
Cari waktu luang sekitar 15 menit diantara kesibukan sehari-hari... waktu yang pasti ada adalah malam hari menjelang tidur...atau pagi hari setelah bangun...
Berikutnya carilah tempat yang nyaman dan pantas untuk berdoa... Jika anda mempunyai komboskini, itu akan kita gunakan untuk menghitung jumlah pengulangan doa. Jika tidak ada, rosario yang biasa dipakai umat Katolik juga bisa digunakan... Jika tidak ada komboskini atau rosario, gunakan jari-jari tangan. Agak repot memang, tapi bisa digunakan sementara anda belum memiliki komboskini ataupun rosario.
Sekedar catatan, pada rosario atau komboskini yang khusus dibuat untuk Doa Mazmur Yesus, jumlah butirnya adalah 50 dan dikelompokkan dalam 5 dekade (sepuluh butir) yang masing-masing dipisahkan oleh satu butir lain. Pada praktek Doa Yesus, yang digunakan hanyalah butir pada dekade, sedangkan butir pemisah tidak digunakan.
Mulailah dengan menenangkan pikiran, pejamkan mata dan bayangkan gambar Yesus yang kita kenal dalam pikiran kita lalu fokuskan pikiran kita kepada-Nya...Setelah itu bernafaslah dengan perlahan dan teratur...
Bagi yang Katolik bisa memulai doa dengan membuat tanda salib...
Selanjutnya ucapkan doa sederhana ini:
Tarik nafas perlahan, "Tuhan Yesus Kristus Putra Allah..."
Keluarkan nafas perlahan, "kasihanilah aku orang berdosa..."
Ulangi doa ini sampai 150 kali mengikuti jumlah Mazmur. Dengan menggunakan rosario atau komboskini, berarti anda melakukannya dalam tiga putaran. Jika anda mengucapkannya dengan baik dan tidak terlalu cepat, waktu yang dibutuhkan kurang lebih sekitar 15 menit... Kurang dari itu berarti anda terlalu cepat, cobalah untuk berdoa dengan lebih lambat pada kesempatan berikutya...
Setelah selesai, untuk yang Katolik, tutup dengan tanda salib.
Bagi umat Katolik atau Ortodoks, doa singkat yang berulang-ulang ini sudah umum dilakukan. Apalagi umat Ortodoks sebagian besar memang sudah mempraktekkan Doa Yesus ini. Tapi bagi umat Protestan, doa semacam ini tidak lazim. Ada anggapan bahwa doa ini dilarang karena bertele-tele. Itu sama sekali tidak benar!
Doa seperti ini sudah dipraktekkan sejak abad ketiga hingga hari ini dan sudah menghasilkan banyak orang suci. Selama berabad-abad doa semacam ini tidak pernah dilarang Gereja! Bahkan Tuhan Yesus sendiri juga mengulang-ulang doa yang sama ketika Ia berdoa di Taman Getsemani (Mat. 26:44). Tuhan Yesus juga tidak melarang orang buta yang berseru-seru kepada-Nya dengan perkataan yang sama berulang-ulang. Jadi Kitab Suci membenarkan doa semacam ini! Anggapan doa ini tidak kristiani hanyalah kesalahpahaman belaka....
Karena Doa Mazmur Yesus yang menjadi satu-satunya senjata rohani kita dalam Akademi Laskar Kristus dibentuk dari Doa Yesus ini, maka penting bagi anda untuk mengenal dan mempraktekkan Doa Yesus ini mulai dari sekarang...
Terima kasih atas perhatian anda...
Kiranya Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita semua..
Terpujilah Tuhan kita selama-lamanya.

0 komentar: