Video #13b: Kebenaran Dan Hikmat Pengertian (bagian 2)
Transkrip:
Dalam bagian sebelumnya kita telah membahas bahwa Perang Salib yang kita hadapi di jaman ini bukanlah peperangan fisik... tapi perang dalam hal kebenaran. Oleh karenanya, kita akan berjuang dengan seluruh kemampuan yang ada untuk menyatakan Kebenaran yang berasal dari Tuhan melawan semua ajaran-ajaran palsu yang menyesatkan manusia.
Keterbukaan informasi yang dapat diakses siapa saja menjadikan jaman ini sebagai momen terpenting dalam sejarah permusuhan yang sudah dinubuatkan sejak di Taman Eden (Kej.3:15). Momen seperti ini belum pernah ada dalam sejarah...!
Kita sebagai Laskar Kristus sudah menempatkan diri sebagai "keturunan perempuan" yang berperang melawan "keturunan ular"! Di jaman sekarang, kebenaran adalah senjata kita untuk mengalahkan mereka...
Masalahnya... sekalipun seluruh kebenaran Tuhan sudah dinyatakan melalui kedatangan Yesus Kristus Sang Sabda yang menjadi daging, ternyata tidak semua orang dapat memahaminya.
Demikianlah Sabda Tuhan:
"Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun." (Mrk.4:11-12). Dengan demikian Kitab Suci memang sengaja dirancang sedemikian rupa supaya tidak semua orang dapat memahami rahasia kebenaran yang ada di dalamnya.
Lihatlah bagaimana orang farisi yang dikenal sebagai golongan yang menguasai dengan baik ayat-ayat kitab suci ternyata dikatakan sesat, tidak paham kitab suci, dan tidak mengerti kuasa Allah oleh Tuhan kita (Mat.22:29)...
Ini memang paradoks....
Di satu sisi Tuhan menghendaki semua orang diselamatkan (2Pet.3:9, 1Tim.2:4), tapi di sisi lain ternyata tidak semua orang dapat diselamatkan sekalipun sudah berusaha. Itu kenyataan! Tuhan sendiri yang mengatakan demikian, "Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat." (Luk.13:24)
Jadi di mata Tuhan ada orang yang layak menerima kebenaran, dan ada pula orang yang memang tidak layak sekalipun sudah menginginkanya.
Ini menjadi jelas dalam perkataan Tuhan, "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. (Mat.11:25)
Mengapa ada perbedaan ini?
Mengapa ada orang yang dianggap layak untuk menerima kebenaran sehingga Tuhan berkenan menyatakan seluruh kebenaran kepadanya dan ada pula orang yang dianggap tidak layak menerima kebenaran sehingga Tuhan malah sengaja menyembunyikan kebenaran dari padanya?
Jawabannya terletak pada apa yang akan dilakukan setiap orang dengan kebenaran yang didapatkannya!
Mereka yang dianggap layak menerima kebenaran adalah orang yang hidupnya diarahkan bagi kemuliaan Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang bersedia menyangkal dirinya demi mengikuti kehendak Tuhan. Bagi mereka kebenaran yang diungkapkan Tuhan akan digunakan untuk memuliakan Tuhan, yaitu dengan hidup mengasihi Tuhan dan sesama.
Jika orang-orang ini diberi karunia hikmat pengertian untuk memahami seluruh kebenaran Tuhan, mereka akan menggunakannya untuk membangun Bait Allah seperti yang dilakukan Salomo... Orang-orang seperti inilah yang dengan kebenaran Tuhan kelak akan mewujudkan kehidupan di bumi seperti di dalam surga, tepat seperti yang dirancang dan dikehendaki Tuhan! Mereka bagaikan pohon yang berbuah lebat dan menyenangkan pemiliknya...
Sebaliknya mereka yang hidup bagi dirinya sendiri tentu tidak layak menerima kebenaran Tuhan. Orang-orang seperti itu hanya akan memanfaatkan atau memanipulasi kebenaran yang dinyatakan Tuhan demi kepentingan mereka sendiri, apapun itu. Bagi mereka keinginan dan kepentingan diri sendiri lebih berharga dibandingkan kehendak Tuhan. Penyangkalan diri demi mengikuti kehendak Tuhan tidak ada dalam kamus mereka! Jadi untuk apa Tuhan memberikan anugerah hikmat pengertian kepada orang-orang seperti itu?
Seandainya mereka memperoleh anugerah hikmat pengertian, mereka akan menggunakannya untuk membangun Menara Babel! Kebenaran yang mereka miliki hanya akan membuat dunia semakin hancur dengan kerusakan demi kerusakan yang mereka buat karena mereka hidup menurut rancangan mereka sendiri, bukan rancangan Tuhan! Mereka bagaikan pohon yang tidak menghasilkan buah dan harus ditebang!
Jadi kepada siapakah Tuhan berkenan memberikan anugerah hikmat pengertian untuk memahami kebenaranNya? Kepada orang yang hidupnya berpusat pada Tuhan atau yang berpusat pada diri sendiri? Kepada orang yang akan menggunakan hikmat pengertian untuk membangun Bait Allah atau Menara Babel? Kita tahu persis jawabannya....
Itu sebabnya dalam Mazmur dikatakan: Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan (Mzm. 111:10) Demikian juga dalam Injil Matius dikatakan bahwa kebenaran dinyatakan kepada orang kecil. Orang yang takut akan Tuhan dan merendahkan dirinya adalah orang-orang yang mau mendengarkan Tuhan dan bersedia dibentuk olehNya.
Bagi orang-orang seperti inilah Tuhan berkenan menganugerahkan hikmat pengertian sehingga mereka dapat memahami seluruh kebenaranNya. Alasannya jelas, dalam hidup mereka inilah kemuliaan Tuhan akan dinyatakan. Seandainya Tuhan memberikan seluruh kebenaran, mereka akan menggunakannya untuk membangun Bait Allah, bukan Menara Babel! Itulah yang dikehendaki Tuhan...
Sekarang kita akan melihat bagaimana Doa Mazmur Yesus sangat layak untuk kita jadikan sebagai senjata rohani dalam Perang Salib jaman ini!
Rumusan doa yang pertama dari Doa Mazmur Yesus adalah ini:
"Tuhan Yesus Kristus Putra Allah, kasihanilah aku orang berdosa"
Ini tidak lain adalah rumusan Doa Yesus yang sudah dikenal banyak orang Kristen Timur sejak berabad-abad yang lalu..
Doa ini menunjukkan semangat pertobatan. Hanya orang yang takut akan Tuhan yang bersedia bertobat dari dosa. Selain itu semangat pertobatan juga menunjukkan kerendahan hati di hadapan Tuhan. Inilah orang kecil yang dimaksudkan Tuhan kita dalam Injil.
Karena takut akan Tuhan adalah permulaan hikmat dan kepada orang kecil Tuhan menyatakan kebenaranNya, maka doa ini merupakan sebuah langkah awal yang bagus untuk memperoleh karunia hikmat pengertian....
Selanjutnya, jika kita melihat landasan biblisnya, doa ini diambil dari seruan dua orang buta,
"Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami..." (Mat.20:30). Orang banyak menegor kedua orang buta itu, tapi mereka tidak peduli dan malah semakin keras berseru hingga akhirnya Yesus memperhatikan mereka. Kata Yesus kepada mereka, "Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" (Mat.20:32)
Dengan mengucapkan doa ini kita juga menempatkan diri sebagai orang buta. Memang bukan buta secara fisik, tapi secara rohani... Kita buta terhadap kebenaran dan berharap Tuhan menyembuhkan kita.
Sama seperti yang pernah dilakukan Yesus pada kedua orang buta di dalam Injil, Tuhan juga menghampiri kita dan bertanya dengan pertanyaan yang sama, "Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?"..
Ini sebuah respon yang luar biasa. Tuhan siap memberikan apapun yang kita butuhkan....
Nah, Doa Yesus berhenti sampai di sini.
Tapi dalam Doa Mazmur Yesus kita melanjutkannya dengan menjawab pertanyaan Tuhan tersebut dengan doa yang kedua:
"Tuhan Yesus Kristus, aku mengasihi Engkau!"
Doa yang kedua ini adalah kunci kekuatan Doa Mazmur Yesus...
Dengan doa yang kedua kita mengungkapkan kepada Tuhan bahwa kita tidak meminta apapun kecuali untuk dapat mengasihi Dia sebagai komitmen dari pertobatan kita, dan terutama karena Dia telah mengasihi kita lebih dahulu...
Itulah hal yang paling berharga yang kita inginkan dari Tuhan: kita ingin mengasihi Tuhan, semakin lama semakin dalam...
Tuhan mengetahui dengan pasti bahwa kita orang yang buta akan kebenaran. Bagaimana mungkin orang yang buta akan kebenaran dan tidak mengenal Tuhan dapat mengasihi Dia? Tentu tidak bisa! Tuhan tahu dengan tepat bahwa kita membutuhkan kebenaran agar kita dapat mengenal Dia. Dan dengan semakin mengenal Tuhan kita juga dapat semakin mengasihiNya!
Kepada kedua orang buta di dalam Injil, Tuhan menganugerahkan penglihatan agar mereka dapat melihat. Demikian juga kepada kita, Tuhanpun menganugerahkan karunia yang dapat membuat kita mampu melihat kebenaran, yaitu karunia hikmat pengertian!
Salomo juga pernah mendapatkan tawaran yang tepat sama seperti apa yang ditawarkan kepada dua orang buta tadi, "Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu." (1Raj.3:5). Salomo hanya meminta satu hal: hikmat pengertian!
Ini firman Tuhan kapada Salomo: "Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian...." (1Raj.3:11-12).
Hikmat pengertian untuk memahami kebenaran, itulah karunia yang akan kita dapatkan melalui Doa Mazmur Yesus ini....
Hikmat pengertian itu sama seperti yang didapatkan para murid setelah kebangkitan Yesus. Saat itu Tuhan membuka pikiran mereka dan merekapun dapat memahami Kitab Suci (Luk.24:45).
Hikmat pengertian adalah suatu karunia rohani yang luar biasa... di mata Salomo karunia itu lebih berharga dari pada emas, tahta kerajaan, ataupun umur panjang! Bagi kita Laskar Kristus, hikmat pengertian juga karunia yang amat luar biasa karena dengan karunia itu kita akan dapat memahami kebenaran yang akan kita gunakan untuk membongkar dan mengalahkan segala ajaran-ajaran palsu dalam Perang Salib jaman ini!
Dan seperti Salomo yang menggunakan karunia hikmat pengertian untuk membangun Bait Allah dengan tepat seperti yang dikehendaki Tuhan... Kita pun akan menggunakan karunia hikmat pengertian yang kita peroleh melalui Doa Mazmur Yesus ini untuk membangun Bait Allah dalam diri kita dengan tepat seperti yang dikehendaki Tuhan. Semoga dengan menjadikan diri kita sebagai Bait Allah, Tuhan berkenan tinggal dalam diri kita. Dengan cara demikian hidup kitapun dapat menyatakan kemuliaan Tuhan sebagaimana yang dikehendakiNya sejak kita dijadikan....

0 komentar: